Peran Pemerintah Daerah Dalam Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kain Tenun di Kelurahan Sulaa Kecamatan Betoambarii Kota Baubau

Authors

  • Yeza Azwar Universitas Dayanu Ikhsanuddin
  • Wa Ode Arsyiah Universitas Dayanu Ikhsanuddin
  • La Ode Dwiyan Pramono Darmin Universitas Dayanu Ikhsanuddin

DOI:

https://doi.org/10.55340/administratio.v14i3.2058

Keywords:

Peran Pemerintah Daerah, Usaha Mikro Kecil dan Menegah, Kain Tenun

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Peran Pemerintah Daerah dalam Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kain Tenun di Kelurahan Sulaa Kecamatan Betoambari Kota Baubau yang dikenal sebagai sentra utama pengrajin kain tenun khas Buton. Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap informan dari pihak Pemerintah Daerah. Teknik analisis data dilakukan melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Fokus penelitian yaitu peran pemerintah sebagai dinamisator, fasilitator, dan katalisator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Daerah Kota Baubau telah menunjukkan perannya sebagai dinamisator melalui pelatihan dan penyuluhan, namun masih terbatas. Peran sebagai fasilitator belum optimal, terutama dalam pemberian bantuan modal dan fasilitasi ketersediaan bahan baku. Sementara itu, peran sebagai katalisator dalam mempromosikan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah kain tenun masih dilakukan secara insidental, seperti pada kegiatan pameran. Dengan demikian, peran Pemerintah Daerah dalam pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah kain tenun di Kelurahan Sulaa belum maksimal. Diperlukan upaya yang lebih strategis dan berkelanjutan agar produk tenun Sulaa dapat menjadi komoditas unggulan lokal yang mampu bersaing secara nasional dan internasional.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agriyena. (2021). Peran Pemerintah Kota Payakumbuh dalam pengembangan potensi usaha kerajinan tenun dan songket di Kampung Tenun Balai Panjang. Jurnal Administrasi Publik, 7(2), 130–142.

Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative Governance in Theory and Practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032

Awaludin, A., & Ramdani, R. (2022). Peran organisasi pemerintah dalam pembangunan daerah. Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 9(1), 60–72.

Beck, T., & Demirguc-Kunt, A. (2006). Small and medium-size enterprises: Access to finance as a growth constraint. Journal of Banking and Finance, 30(11), 2931–2943. https://doi.org/10.1016/j.jbankfin.2006.05.009

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Hisyam, M. N. (2020). Pengembangan industri kain tenun Buton berbasis budaya lokal. Jurnal Industri Kreatif, 4(2), 80–92.

Ismail, T., Soetanto, D., & Jack, S. (2022). Government support and SME performance: The mediating role of innovation and resilience. Journal of Small Business Management, 60(3), 621–645. https://doi.org/10.1080/00472778.2020.1717296

Kabeer, N. (1999). Resources, Agency, Achievements: Reflections on the Measurement of Women’s Empowerment. Development and Change, 30, 435–464. https://api.semanticscholar.org/CorpusID:145800315

Lepa, Y., Soares, A., & Da Costa, J. (2019). Perencanaan pembangunan ekonomi daerah berbasis potensi lokal. Jurnal Ilmu Pemerintahan, 5(2), 70–82.

Maharani, D., Putri, A., & Setiawan, R. (2023). Peran pemerintah sebagai fasilitator UMKM di era ekonomi digital. Jurnal Ekonomi Dan Kebijakan Publik, 14(1), 95–108.

Makalew, M. N., Rantung, T., & Londa, V. (2021). Konsep dan fungsi pemerintahan dalam sistem administrasi negara. Jurnal Administrasi Publik, 7(1), 25–37.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Nambisan, S., Wright, M., & Feldman, M. (2019). The digital transformation of innovation and entrepreneurship: Progress, challenges and key themes. Research Policy, 48(8), 103773. https://doi.org/10.1016/j.respol.2019.03.018

Nuraini, & Miftahul. (2022). Kain tenun sebagai identitas budaya dan ekonomi masyarakat lokal. Jurnal Antropologi Budaya, 11(2), 115–125.

Nurzanah, E., Putri, S., & Lestari, D. (2021). Peran pemerintah dalam pemberdayaan UMKM di Kabupaten Pringsewu. Jurnal Administrasi Negara, 8(2), 85–96.

Oyisultra.com. (2023). Kampung Tenun Sulaa sebagai sentra tenun khas Buton. https://oyisultra.com

Patton, M. Q. (2015). Qualitative Research & Evaluation Methods (4th ed.). Sage Publications.

Porter, M. E. (1990). The Competitive Advantage of Nations. Free Press.

Qadisyah, N., Rahman, F., & Amin, S. (2023). Kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 12(1), 58–68.

Raintung, M., Soekanto, S., & Londa, V. (2021). Konsep peran dalam kajian sosiologi administrasi. Jurnal Sosial Humaniora, 6(1), 50–60.

Safitri, R., & Rusdin. (2024). Peran pemerintah daerah dalam pembangunan ekonomi lokal. Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 11(1), 88–99.

Salam, M. D. (2022). Kebijakan pemerintah daerah dalam pengembangan UMKM. Jurnal Kebijakan Publik, 9(1), 55–65.

Tambunan, T. (2019). Recent evidence of the development of micro, small and medium enterprises in Indonesia. Journal of Global Entrepreneurship Research, 9(18), 1–15. https://doi.org/10.1186/s40497-018-0140-4

Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications: Design and Methods (6th ed.). SAGE Publications.

Downloads

Published

2025-12-31