https://ejournal.lppmunidayan.ac.id/index.php/aquamarine/issue/feed AquaMarine (Jurnal FPIK UNIDAYAN ) 2021-09-15T12:35:34+08:00 Admin FPIK UNIDAYAN infofpik@unidayan.ac.id Open Journal Systems <p align="justify"><a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2355-9519"><em>p</em>-ISSN 2355-9519</a> | <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2775-3204"><em>e</em>-ISSN 2775-3204</a><strong>, b</strong><strong>erkala ilmiah 2 kali setahun (April-November). </strong>Jurnal ini sebagai media publikasi ilmiah yang memuat artikel asli, hasil-hasil penelitian para peneliti, dosen dan mahasiswa tentang Perikanan, Akuakultur, Kelautan, Akuaskap, Genetika dan Pemuliaan Ikan, Kesehatan Ikan, Iktiologi, Ekologi Perairan, Konservasi Sumber Daya Perairan dan Perundang-undangan (sehubungan dengan masalah perairan).<strong><br />Penerbit : </strong><a href="https://fpik.unidayan.ac.id/">Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Dayanu Ikhsanuddin</a></p> https://ejournal.lppmunidayan.ac.id/index.php/aquamarine/article/view/415 Pertumbuhan dan Tingkat Kelangsungan Hidup Juvenil Ikan Nila (Oreochromis niloticus) yang diberi Pakan Buatan dengan Kadar Vitamin C yang Berbeda 2021-09-15T12:35:34+08:00 Sumitro sumitro@unidayan.ac.id Arfan Afandi arfanafandi@unidayan.ac.id <p><em>Vitamin C merupakan vitamin yang mudah diserap oleh saluran pencernaan. Vitamin C mempunyai fungsi dalam respirasi sel dan kerja enzim. Peranan vitamin C adalah oksidasi fenillanin dan tirosin. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh perbedaan kadar vitamin C dalam pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup juvenil ikan nila Oreochromis niloticus. Penelitian dilaksanakan selama 8 minggu, di Laboratorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Dayanu Ikhsanuddin Baubau. Penelitian meggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan yaitu : A (tanpa vitamin C); B (300 mg vitamin C/kg pakan); C (600 mg vitamin C/kg pakan); D (900 mg vitamin C/kg pakan), dan 3 kelompok (kelompok I : ikan ukuran 4,4 – 5,0 gram; kelompok II : ikan ukuran 3,7 – 4,3 gram; kelompok III : ikan ukuran 3,0 – 3,6 gram). Data yang diperoleh pada setiap perlakuan di uji homogenitas (Levene Statistic) dan di uji normalitas (kolmogorov-Smirnov) dan dilanjutkan dengan analisis One-Way ANOVA pada taraf nyata 0,05 menggunakan program SPSS versi 17.0, dan jika hasilnya berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNJ (Uji Beda Nyata Jujur).&nbsp; Hasil penelitian menunjukkan, laju pertumbuhan spesifik tertinggi terjadi pada perlakuan C (600 mg/kg vit.C) sebesar 2,13±0,36%, dan terendah pada perlakuan A (0 mg/ kg vit. C) sebesar 1,44±0,16%.&nbsp; Dari hasil analisis varians, nampak bahwa dosis Vitamin C yang berbeda berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan spesifik ikan nila (Oreochromis niloticus). Hasil uji lanjut BNJ menyatakan bahwa perlakuan A berbeda nyata terhadap perlakuan B, C dan D.&nbsp; Data penelitian juga menunjukkan, perlakuan tidak berpengaruh terhadap rasio konversi pakan dan tingkat kelangsungan hidup ikan nila (Oreochromis niloticus).</em></p> 2021-04-01T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2021 AquaMarine (Jurnal FPIK UNIDAYAN ) https://ejournal.lppmunidayan.ac.id/index.php/aquamarine/article/view/414 Pengaruh Kedalaman Penanaman Rumput Laut Eucheuma Cottonii dengan Metode Rakit Gantung (RATU) Terhadap Prevalensi Serangan Penyakit Ice-Ice 2021-09-15T12:18:58+08:00 WaOde Safia safiawaode@gmail.com <p><em>Rumput laut merupakan salah satu komoditi ekspor yang bernilai ekonomi tinggi. Salah satu jenis rumput laut yang bernilai ekonomis penting dan sudah sejak dulu diperdagangkan adalah Eucheuma sp. yang paling banyak dibudidayakan adalah jenis Eucheuma cotonii. Salah satu masalah utama yang menyebabkan rendahnya volume produksi budidaya rumput laut Eucheuma cotonii adalah infeksi penyakit ice-ice. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui prevalensi serangan penyakit ice-ice rumput laut (Eucheuma cottonii) dengan menggunakan metode rakit gantung pada kedalaman yang berbeda. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu rumput laut jenis Eucheuma cotonii yang diperoleh dari petani rumput laut Desa Doda Bahari, Kecamatan Sangia Wambulu, Kabupaten Buton Tengah. Metode budidaya yang digunakan adalah metode rakit gantung (Ratu) yang terbuat dari pipa paralon yang dirangkaikan membentuk persegi panjang dengan ukuran 4 m x 2 m. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), 3 perlakuan kedalaman (A : 0,5 m, B : 1 m, dan C : 2 m), dan 3 kelompok (kelompok I = Lokasi yang dimulai dari batas pantai (surut terendah), kelompok II = 100 meter dari kelompok I, kelompok III = 100 meter dari kelompok II. Untuk mengetahui pengaruh kedalaman dengan metode rakit gantung terhadap prevalensi penyakit ice-ice pada rumput laut Eucheuma cotonii menggunakan Analisis Of Varian (ANOVA) dan jika hasil analisis berpengaruh nyata dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT).&nbsp; Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi penyakit ice-ice terendah terjadi pada perlakuan A (kedalaman 0,5 m) dan prevalensi tertinggi terdapat pada perlakuan C (kedalaman 2 m). Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa penempatan rakit gantung pada kedalaman yang berbeda berpengaruh nyata terhadap prevalensi penyakit ice-ice rumput laut (Eucheuma cotonii). Parameter kualitas air berupa suhu, pH, salinitas, kedalaman, kecerahan, kecepatan arus dan nitrat masih layak untuk pertumbuhan rumput laut, kecuali fosfat tidak layak untuk pertumbuhan rumput laut.</em></p> 2021-04-01T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2021 AquaMarine (Jurnal FPIK UNIDAYAN ) https://ejournal.lppmunidayan.ac.id/index.php/aquamarine/article/view/413 TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP JUVENIL IKAN KAKAP (Lates calcarifer) PADA TINGKAT SALINITAS YANG BERBEDA 2021-09-14T21:55:17+08:00 Wardha Jalil wardhajalil78@gmail.com <p><em>Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer), merupakan ikan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. &nbsp;Ikan kakap putih berpotensi menghadapi masalah apabila diadaptasikan di perairan yang bersalinitas lebih rendah. Penurunan salinitas dari air laut menjadi air tawar dapat mempengaruhi keseimbangan antara konsentrasi air dan ion dalam tubuh ikan, yang berkaitan &nbsp;dengan proses osmoregulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat salinitas terhadap kelangsungan hidup juvenil ikan kakap putih (Lates calcarifer). &nbsp;Penelitian dilaksanakan selama satu bulan, berlokasi di Balai Besar Pengembangan Budidaya Air payau (BBPBAP) Takalar Desa Bontole, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar.&nbsp; Ikan kakap putih ukuran 3-4 cm, di peroleh dari Balai Besar pengembangan Budidaya Air payau (BBPBAP) Takalar. Wadah yang digunakan yaitu ember dengan kapasitas air 20 Liter, berjumlah 12 buah.&nbsp; Setiap wadah&nbsp; diisi ikan sebanyak 10 ekor. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak lengkap (RAL), dengan empat perlakuan (Perlakuan A : salinitas 30 %o, B : salinitas 25 %o, C : salinitas 15 %o, dan D : salinitas 5 %o), dan tiga kali ulangan. Data yang diperoleh pada setiap perlakuan di uji homogenitas (Levene Statistic) dan di uji normalitas (kolmogorov-Smirnov) dan dilanjutkan dengan analisis One-Way ANOVA pada taraf nyata 0,05. Hasil penelitian menunjukan perbedaan signifikan, sehingga&nbsp; dilanjutkan dengan analisis BNJ pada taraf 95%.&nbsp; Tingkat kelangsungan hidup ikan kakap putih semua perlakuan adalah 100%.&nbsp; Pertumbuhan mutlak terbaik terdapat pada perlakuan Salinitas 5 ppt sebesar 11,13±1,17 gram, dan laju pertumbuhan spesifik terbaik terdapat pada perlakuan Salinitas 5 ppt sebesar 7,92±0,49%/hari. Kualitas air selama penelitian masih dalam kondisi yang layak untuk pertumbuhan ikan kakap putih Lates calcarifer</em></p> Copyright (c) https://ejournal.lppmunidayan.ac.id/index.php/aquamarine/article/view/412 Pengaruh Kedalaman Dengan Metode Budidaya Rakit Gantung (RATU) Terhadap Produksi Rumput Laut Eucheuma cottonii di Desa Doda Bahari Kabupaten Buton Tengah 2021-09-14T21:47:26+08:00 Tamar Mustari fahmytamar@gmail.com <p><em>Penelitian bertujuan mengetahui</em> <em>produksi rumput laut Eucheuma cottonii</em><em> mengunakan metode budidaya rakit gantung (ratu) pada berbagai kedalaman</em><em>, dan analisis kelayakan usahanya. </em><em>Penelitian dilaksanakan di desa Doda Bahari Kabupaten Buton Tengah</em><em>, dilaksanakan selama 45 hari.</em></p> <p><em>Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), 3 perlakuan kedalaman berbeda yaitu perlakuan A (kedalaman 0,5 meter), B (kedalaman 1 meter) dan C (kedalaman 2 meter), dan 3 kelompok, yaitu kelompok I (lokasi dimulai dari batas pantai/surut terendah), kelompok II (berjarak 100 meter dari kelompok I), dan kelompok III (berjarak 120 meter&nbsp; dari&nbsp; kelompok&nbsp; II).&nbsp; Untuk melihat pengaruh perlakuan terhadap produksi rumput laut, data diolah dengan analisis ragam, dan dilanjukan dengan uji Duncan jika perlakuan berpengaruh nyata. </em><em>Produksi tertinggi terdapat pada perlakuan A (Kedalaman 0,5 meter) sebesar 2,91 kg, dan produksi terendah pada perlakuan C (Kedalaman 2 meter) sebesar 2,38 kg. &nbsp;Berdasarkan hasil analisis ragam menunjukkan perlakuan berpengaruh terhadap produksi rumput laut Eucheuma cottonii (α = 0,05).&nbsp; Hasil uji lanjut menggunakan uji Duncan menunjukkan perlakuan A tidak berbeda nyata terhadap perlakuan B tetapi berbeda nyata terhadap perlakuan C, dan perlakuan B tidak berbeda nyata terhadap perlakuan C. &nbsp;Berdasarkan hasil analisis kelayakan usaha, metode rakit gantung pada kedalaman 0,5 meter lebih menguntungkan, dengan hasil R/C ratio &gt;1, B/C ratio sebesar 1, HPP sebesar Rp. 8.179 dan payback periode sebesar 1,5.</em></p> 2021-04-01T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2021 AquaMarine (Jurnal FPIK UNIDAYAN ) https://ejournal.lppmunidayan.ac.id/index.php/aquamarine/article/view/333 Kandungan Nutrisi Rumput Laut (Eucheuma cottonii) dengan Metode Rakit Gantung pada Kedalaman Berbeda 2021-03-22T12:57:01+08:00 Budiyanti monodonwindu30@gmail.com Supasman Emu supasmanemu@unidayan.ac.id <p>The nutrition content of seaweed in the form of agar, carrageenan, and algin caused seaweed had an important meaning in industry. One type of seaweed that can be used as food ingredients was the type of seaweed Eucheuma cottonii (Aslan, 1991 in Khasanah, 2013). E. cottonii seaweed can be used as a source of nutrition because it generally contains carbohydrates, protein, a little fat and ash which are mostly salt compounds such as sodium and calcium. Seaweed can grow well and got high quality if cultivated at the appropriated depth location. This study aims to determined the effect of hanging raft placement at different depths on the nutrient content of seaweed Eucheuma cottonii. The material used in this study was Eucheuma cottonii seaweed obtained from seaweed farmers in the waters of Doda Bahari Village, Sangia Wambulu District, Central Buton Regency. The raft used is 4 x 2 meters in size. The experimental design used in this study was Randomized Design Group (RAK). Grouping was done based on the distance from the lowest low tide coastline with different depth treatments, namely Group I: Location (Starting from the lowest receding coastline) with depth (A) 0.5 m, (B) 1 m, and (C) 2 m. Group II: Location (100 meters from lowest ebb) with depth&nbsp; (A) 0.5 m, (B) 1 m, (C) 2 m. Group III: Location (100 meters from Group 2) with depth 0.5 m (A), (B) 1 m, (C) 2 m. To find out the difference number of <em>Eucheuma cottonii</em> nutritional performed statistical tests Of Variant analysis (ANOVA) was performed used the SPSS application. If it was significantly different, proceed with the Smallest Significant Difference test (BNT) (Steel and Torrie, 1993). Whereas water quality supporting data such as temperature, salinity, brightness, current speed, pH, nitrate and phosphate were analyzed descriptively.</p> <p>The results showed that the nutrient content of seaweed (Protein, Fat and Carbohydrate content had no significant effect on the hanging raft placement at a depth of 0.5 meters, 1 meter and 2 meters. Water quality during the study was still in a reasonable range.</p> 2021-04-01T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2021 AquaMarine (Jurnal FPIK UNIDAYAN )