Jurnal Pendidikan Sejarah https://ejournal.lppmunidayan.ac.id/index.php/sejarah <p>Jurnal Pendidikan Sejarah FKIP Unidayan mengkaji berbagai hal diantaranya kajian tentang kebudayaan, sejarah, dan penelitian tindakan kelas.</p> Jurnal Pendidikan Sejarah en-US Jurnal Pendidikan Sejarah 2443-3624 Sejarah Kesusastraan Kesultanan Buton https://ejournal.lppmunidayan.ac.id/index.php/sejarah/article/view/2086 <p>Masuknya Islam di Buton mempengaruhi tatanan masyarakat secara universal. Pengaruh tersebut tidak hanya dalam sistem pemerintahan tetapi tradisi-tradisi masyarakat mengalami perubahan dan tidak terkecuali tradisi tulis dalam masyarakat. Masyarakat melakukan modifikasi aksara Arab menjadi aksara Wolio. Kajian ini menganalisis tentang perkembangan tradisi tulis masyarakat Buton dan aksara yang digunakan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah dengan menggunakan pendekatan ilmu sastra.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Hasil penelitian ini menunjukan bahwa awal tradis tulis masyarakat Buton dimulai sejak masa Pemerintahan Sultan Dayanu Ikhsanuddin (Sultan Buton IV, 1597-1613), sejak ditulisnya Martabat Tujuh sebagai Undang-Undang dasar Kesultanan Buton. Pucak kejayaan tradisi tulis Buton yaitu pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Idrus Kaimuddin (sultan Buton XXIX, 1824-1851). Pada masa pemerintahannya banyak karya tulis yang dihasilkan baik oleh sultan maupun mayarakat. Pada masa pemerintahannya para pujangga tersebut disamping sebagai penulis, juga sebagai penyalin naskah baik naskah yang beraksara Arab berbahasa Arab, beraksara Arab berbahasa Melayu, maupun menulis naskah beraksara Arab berbahasa Wolio</p> HASARUDDIN Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sejarah 2026-03-26 2026-03-26 11 02 29 37 Penerapan Model Story Telling Dalam Pembelajaran IPS Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis pada Siswa kelas VIII di SMP Negeri 17 Kepualuan Masaloka Kabupaten Bombana https://ejournal.lppmunidayan.ac.id/index.php/sejarah/article/view/2081 <p>masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah&nbsp; Penerapan Model Story Telling Dalam Pembelajaran IPS Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis pada Siswa kelas VIII di SMP Negeri 17 Kepualuan Masaloka Kabupaten Bombana. Tujuan penelitian ini adalah Untuk meningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dengan&nbsp; Penerapan Model Story Telling Dalam Pembelajaran IPS pada Siswa di SMP Negeri 17 Kepualuan Masaloka Kabupaten Bombana</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas atau PTK. Waktu dan tempat Penelitian ini di laksanakan pada semester genap tahun ajaran 2025/2026 di kelas VIII SMP Negeri 17 Kepualuan Masaloka Kabupaten Bombana. Populasi dalam penelitian ini adalah 39 orang&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; ( terdiri dari 2 rombongan belajar ), &nbsp;peneliti memilih kelas VIII B yang berjumlah 20 siswa SMP Negeri 17 Kepualuan Masaloka Kabupaten Bombana. instrumen penelitian yaitu Metode Observasi, Metode Demonstrasi dan Metode Dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, paparan data, dan&nbsp; penarikan kesimpulan</p> <p>Hasil penelitian pada siklus 1 terdapat 10 siswa dengan nilai rata-rata&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; 71, 50 yang tuntas dengan presentase 50%&nbsp; dan siswa yang belum tuntas terdapat 10 siswa yang belum tutas dengan nilai rata-rata 38,00 dengan presentase 50% dan namun pada pelaksanaan&nbsp; siklus II mengalami peningkatan yaitu pada siklus 2 terdapat 18 siswa dengan nilai rata-rata 80.00yang tuntas dengan presentase 90%&nbsp; dan terdapat 2 siswa yang belum tutas dengan nilai rata-rata 0,00 dengan presentase 10%</p> AMALUDDIN Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sejarah 2026-03-15 2026-03-15 11 02 16 23 PENGARUH METODE PEMBERIAN TUGAS TERHADAP PENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS KELAS VIII DI SMP NEGERI 3 BATU ATAS https://ejournal.lppmunidayan.ac.id/index.php/sejarah/article/view/2079 <p>The research problem in this study is whether the method of giving assignments affects the improvement of student learning outcomes in eighth-grade social studies at SMP Negeri 3 Batu Atas. The purpose of this study is to determine the extent to which assignment-giving methods influence the improvement of student learning outcomes in eighth-grade social studies at SMP Negeri 3 Batu Atas.</p> <p>The type of research used in this study employs a quantitative correlation method. The instruments and data collection techniques used include observation, questionnaires, and document study. The analysis technique used calculates the correlation coefficient between the two variables.</p> <p>Based on the results of the study regarding the Effect of the Assignment Method on Improving Student Learning Outcomes in Social Studies for Grade VIII students at SMP Negeri 3 Batu Atas, it can be concluded that there is a significant influence between the assignment method and student learning outcomes. This is evidenced by the correlation coefficient (rxy) of 0.62, which is considered high, indicating a positive relationship between the assignment method and student learning outcomes. The coefficient of determination (r²) of 38.44% indicates that the assignment method contributes to improving student learning outcomes, while the remaining influence is attributed to other factors. This research is beyond the scope of this study. Therefore, implementing a structured and systematic method of assigning assignments can be an effective strategy for improving student learning outcomes.</p> Munawir Mansyur asri mawati Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sejarah 2026-03-14 2026-03-14 11 02 10 15 Sejarah Perkembangan ILmu Komputasi: Tinjauan Historis dari Alat Hitung Mekanis Kuno hingga Era Kecerdasan Buatan https://ejournal.lppmunidayan.ac.id/index.php/sejarah/article/view/2085 <p>Transisi besar terjadi pada pertengahan abad ke-20 dengan penemuan transistor yang menggantikan tabung vakum, memicu deeskalasi ukuran fisik perangkat namun meningkatkan daya komputasi secara eksponensial Perkembangan ilmu komputer merupakan manifestasi dari upaya berkelanjutan manusia dalam mengotomatisasi logika dan pengolahan data. Artikel ini mengulas transformasi fundamental komputasi yang terbagi dalam empat fase utama: era pra-mekanis, mekanis, elektronik, dan era digital modern. Penulisan ini bertujuan untuk memetakan titik balik krusial, mulai dari penggunaan alat hitung sederhana seperti <em>Abakus</em> di masa peradaban kuno, hingga perancangan <em>Analytical Engine</em> oleh Charles Babbage yang meletakkan dasar arsitektur komputer modern.</p> <p>. Memasuki era milenial, fokus ilmu komputer bergeser dari sekadar perangkat keras (<em>hardware</em>) menuju pengembangan perangkat lunak (<em>software</em>) yang kompleks, jaringan internet global, dan komputasi awan (<em>cloud computing</em>). Pada dekade saat ini, paradigma baru muncul melalui integrasi Kecerdasan Buatan (<em>Artificial Intelligence</em>) dan eksplorasi komputasi kuantum yang diprediksi akan melampaui batasan hukum Moore. Analisis ini menyimpulkan bahwa setiap tahapan sejarah tidak hanya mengubah cara manusia memproses informasi, tetapi juga secara fundamental merevolusi struktur sosial, ekonomi, dan ilmu pengetahuan global</p> arif syam Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sejarah 2026-03-26 2026-03-26 11 02 24 28 MEFOSAMPUANO TEWUNI; TRADISI RITUAL MASYARAKAT KIOKO KECAMATAN BONEGUNU KABUPATEN BUTON UTARA https://ejournal.lppmunidayan.ac.id/index.php/sejarah/article/view/2080 <p>Penelitian ini mengkaji dan mengungkapkan tradisi <em>mefosampuano tewuni</em> sebagai ritual pengobatan masyarakat masyarakat Desa Kioko Kecamatan Bonegunu Kabupaten Buton Utara dengan tujuan: untuk mengetahui latar belakang adanya tradisi <em>mefosampuano tewuni</em>, tata cara pelaksanaan tradisi <em>mefosampuano tewuni</em> dan nilai yang terkandung dalam tradisi <em>mefosampuano tewuni.</em></p> <p>Penelitian ini adalah penelitian sosial budaya dengan menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan di Desa Kioko Kecamatan Bonegunu Kabupaten Buton Utara dengan bertumpu pada pendekatan wawancara, observasi, dan studi kepustakaan.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang adanya tradisi ritual <em>mefosampuano tewuni</em> adalah sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan terhadap <em>tewuni</em> (ari-ari). Selama dalam kandungan rahim ibunya <em>tewuni</em> (ari-ari) telah banyak membantu sebagai perantara asupan makanan dan pasca kelahiran sudah sepantasnya diperlakukan layaknya bayi anak manusia dan tidak dibuang begitu saja. Tentang kapan adanya tradisi ritual <em>mefosampuano tewuni</em>, tidak dapat diketahui dengan pasti, mengingat tradisi ini telah tersimpan dalam memori kolektif masyarakat yang diturunkan secara turun-temurun dan diwariskan dari generasi ke generasi. Proses pelaksanaan tradisi ritual <em>mefosampuano tewuni</em> dilaksanakan dalam 3 tahab, yaitu: Tahab persiapan, <em>bhisa</em> (dukun beranak) meminta keluarga yang akan melaksanakan ritual <em>mefosampuano tewuni</em> menyiapkan bahan kelengkapan ritual sebagaimana yang disyaratkan. Tahab pelaksanaan, setelah bayi lahir, <em>tewuni</em> (ari-ari) dibersihkan oleh dukun beralaskan daun <em>libo</em>, ari-ari di masukan kedalam tempurung kelapa kemudian ditutup dengan tempurung kelapa atasannya. ari-ari yang sudah dimasukan dalam tempurung diikat rapat dengan rotan kemudian dibungkus dengan kantong plastik. Lubang untuk mengubur ari-ari digalih oleh si bapak. dalamya sekitar satu lengan. Tahap penutup, tewuni (ari-ari) yang telah terbungkus dibawa oleh sang ibu dengan digendong menyamping di pinggang dan dikuburkan oleh <em>bhisa</em>. lalu dimasukan ke dalam lubang tanah dan ditimbun. Nilai yang terkandung dalam tradisi <em>mefosampuano tewuni</em> adalah nilai budaya yaitu suatu&nbsp; &nbsp;pandangan&nbsp; &nbsp;hidup&nbsp; &nbsp;yang&nbsp; &nbsp;dimiliki&nbsp; &nbsp;oleh masyarakat Kioko &nbsp;dan &nbsp;akan &nbsp;diwariskan &nbsp;secara &nbsp;turun&nbsp; temurun; nilai sosial yang terkandung dalam tradisi <em>mefosampuano tewuni</em> dapat dilihat pada saat proses penguburan tewuni (ari-ari) bhisa dan anggota keluarga saling membantu di dalam proses pelaksanaan tradisi ritual <em>mefosampuano tewuni</em>.; nilai religi yaitu dalam kepercayaan masyarakat setempat tradisi <em>mefosampuano tewuni </em>juga dipercaya sebagai ritual pengobatan agar anak bayi yang baru terlahir terhindar dari roh-roh jahat dan hidup tenang masa pertumbuhannya.</p> nasrun saafi Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sejarah 2026-03-14 2026-03-14 11 02 1 9