EVALUASI HISTOLOGI BENIH IKAN KERAPU MACAN Epinephelus fuscoguttatus AKIBAT PENGGUNAAN MINYAK SEREH DALAM TRANSPORTASI TERTUTUP DENGAN KEPADATAN TINGGI

Authors

  • Budiyanti Budiyanti Universitas Dayanu Ikhsanuddin

DOI:

https://doi.org/10.55340/aqmj.v2i1.243

Keywords:

minyak sereh, kerapu macan, histologi

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak penggunaan minyak sereh terhadap kondisi histologi benih ikan kerapu macan dengan ukuran panjang rata-rata 7 cm dan berat rata-rata 4,02 gram yang diangkut selama 56 jam. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan di Laboratorium Lingkungan Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB.   Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan (K = Tanpa minyak sereh, A = Minyak sereh 10 mg/L, B = Minyak sereh 20 mg/L, C = Minyak sereh 30 mg/L) dan 2 ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakukan A lebih baik dibandingkan perlakuan yang lain, baik dilihat dari kualitas air dengan nilai TAN terendah  6,459±1,290 mg/l, CO2 32,561±6,498 mg/l, maupun dari kondisi histologi berupa  tingkat kerusakan insang yang paling rendah,  memiliki nilai SR tertinggi 97,5% serta laju pertumbuhan spesifik sebesar 1,43% bobot tubuh/hari.

Downloads

Download data is not yet available.

References

de Sousa EMBD, Câmara APC, Costa WA, Costa ACJ, Oliveira, HNM, Galvao EL, Marques MMO. 2005. Evaluation of the extraction process of the essential oil from Cymbopogon schoenanthus with pressurized carbon dioxide. Brazilian Archives of Biology and Technology. Vol.48, Special n.: pp. 231-236.

[DKP] Departemen Kelautan dan Perikanan. 2003. Klasifikasi Obat Ikan. Jakarta.

Hadjiakhoondi A, Vatandoost, H, Jamshidi A, Amiri EB. 2003. Chemical constituents and efficacy of Cymbopogon olivery (Boiss.) bar essential oil against malaria vector, Anopheles stepeni. DARU Volume 11, No 3.

Nur A. 2007. Analysis of feeds and fertilizes for sustainable quaculture development in Indonesia. In Hasan, M.R., Hetch, T., De Silva, S.S., Tacon, A.G.J. (eds). Study and Analysis of Feeds and Fertilizers for Sustainable Aquaculture Development. FAO Fisheries Technical Paper. No. 497. Rome, FAO. pp. 245 – 267.

Pescod MB. 1973. Investigation of rational effluent and stream standar for trophical countries. AIT, Bangkok. Thailand, hlm 59.

Semarlan MS. 2008. Penggunaan Daun Sereh Cymbopogon citratus dalam Transportasi, Pertumbuhan dan Tingkat kelangsungan Hidup Benih Kepiting Bakau Scylla serrata Forskal. [skripsi]. Bau-Bau: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Dayanu Ikhsanuddin.

Suryaningrum, T.D., Abdul Sari, Ninoek Indiarti (2005). Pengaruh Kapasitas Angkut Terhadap Sintasan dan Kondosi Ikan pada Transportasi Kerapu Hidup Sistim Basah. Dalam Proseding Seminar Hasil Penelitian Perikanan 1999/2000. Pusat Penelitian dan Pengembangan Eksplorasi Laut dan Perikanan Jakarta. P: 259-268.

Sutarmat T, A Hanafi, S Kawahara. 2003. Budidaya Kerapu Macan dalam Karamba Jaring Apung. Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut Gondol dan JICA.

Takashima. F, Hibiya, T. 1995. An Atlas of Fish Histology.Normal and Patological Feartures. 2nd Edision. Tokyo: Kodansha Ltd.

Downloads

Published

2014-05-01

How to Cite

Budiyanti, B. (2014). EVALUASI HISTOLOGI BENIH IKAN KERAPU MACAN Epinephelus fuscoguttatus AKIBAT PENGGUNAAN MINYAK SEREH DALAM TRANSPORTASI TERTUTUP DENGAN KEPADATAN TINGGI. AquaMarine (Jurnal FPIK UNIDAYAN ), 2(1), 42-48. https://doi.org/10.55340/aqmj.v2i1.243