Evaluasi Efektivitas Saluran Primer pada Daerah Irigasi Loko di Desa Kampeonaho Kecamatan Bungi Kota Baubau

Authors

  • Wa Ode Zulia Prihatini Universitas Dayanu Ikhsanuddin
  • Muh. Imam Firmansyah L. karim Universitas Dayanu Ikhsanuddin

DOI:

https://doi.org/10.55340/jmi.v12i2.1439

Keywords:

Saluran, Efektivitas, Irigasi

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efektifitas kebutuhan air pada saluran primer untuk memenuhi kebutuhan air pada areal persawahan yang berada di sekitar Bendungan. Penelitian ini juga menyelidiki saluran primer Bendungan, serta jumlah luas petak sawah di daerah Loko, Kelurahan Kampoenaho, Kecamatan Bungi, Kota Baubau. Pengujian ini mencakup ketersediaan air irigasi di wilayah Loko, yang mencakup dimensi saluran irigasi loko, debit air pengambilan, analisis curah hujan, dan analisis kebutuhan air irigasi, yang meliputi perhitungan evapontranspirasi (Eto), perhitungan kebutuhan air persiapam lahan, dan perhitungan kebutuhan air irigasi, serta analisis tingkat efektivitas jaringan irigasi. Hasil dari perhitungan analisis kebutuhan air irigasi menunjukkan bahwa debit rencana sebesar 65,6481 liter per hari dan debit kapasitas saluran sebesar 69,876 liter per hari, dan tingkat efektifitas sebesar 0,9395, atau 93,95 persen. Dengan demikian, jaringan irigasi loko memiliki tingkat efektifitas lebih dari 90 persen. Oleh karena itu, pola tanam padi varietas biasa dengan luas lahan 34,37 ha dapat memenuhi kebutuhan air irigasi di daerah irigasi loko

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andhy Romdani, Triyantini S. Putri, Kusmetia, 2017, Analisis Efektivitas Pengelolaan Sistem Irigasi di Daerah Panuggal Kota Tasikmalaya, Jurnal Geografi volume 14, No. 1 Januari 2017.

Ahmad Rafi’ud Darajat, Fatchan Nurrochmad, Rachmad jayadi, 2017, analisis efisiensi saluran irigasi di daerah irigasi Boro Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah.

Anonim Peraturan Pemerintah tahun 2001 ; BAB 1 pasal 2, tentang utama irigasi.

Data BMKG, 2021, Data klimatologi Stasiun Betoambari Baubau dari Tahun 2016-2020

Direktorat Jenderal Pengairan, 1986, Standar Perencanaan Irigasi.KP-04 Departemen Pekerjaan Umum, CV. Galang Persada, Bandung.

Fahmi Fathurrahman Yusuf, 2020, Studi Efisiensi Pemberian Air Irigasi Loko Kelurahan Kampeonaho Kecamatan Bungi Kota Baubau

Linsley, dkk. 1996. Hidrologi Untuk Insinyur Edisi Ketiga. Jakarta: Erlangga

Peraturan Pemerintah (PP) No. 23/1982 Ps. 1, tentang pengertian irigasi, bangunan irigasi dan petak irigasi.

Peraturan pemerintah Republik Indonesia No. 20 tahun 2006 tentang irigasi.

Purwanto dan Ikhsan, Jazaul. (2014). Analisis Kebutuhan Air Irigasi Pada Daerah Irigasi Bendung Mrican. Jurnal Ilmiah Semesta Teknika. Vol.9, No. 1,206:83 –93. Jurusan Teknik Sipil, Universitas Muhammaddiyah Yogyakarta.Soedibyo. 2003. Teknik Bendungan. Pradnya Paramita, Jakarta.

Soematro, 1986. Hidrologi Teknik. Surabaya: Usaha Nasional.

Suhardjono, 1994, Kebutuhan Air Tanaman. Institut Teknologi Nasional, Malang.

Suroso, dkk., 2007, Evaluasi Kinerja Jaringan Irigasi Banjaran Untuk Meningkatkan Efektivitas Dan Efisiensi Pengolahan Air Irigasi, DINAMIKA TEKNIK SIPIL, volume 7, No. 1 januari 2007: 55 – 62.

Suyono Sosrodarsono dan Masateru Tominaga, 1994. Klasifikasi bendung berdasarkan konstruksinya yaitu bendung tetap dan gerak.

Teknik Bendungan (Soedibyo, 2003).

Tumiar, K M, dkk, 2012. Evaluasi Metode Penman-Mointeith Dalam Menduga Laju Evapotranspirasi di Provinsi Lampung, Jurnal Keteknikan Pertanian Universitas Lampung. Vol. 26, No. 6, Page: 121- 128.

Triatmojo, B. 1996. Hidraulika I, Fakultas Teknik Universitas Gajahmada. Yogyakarta.

Vika Febriyani, Kartini, Nasrullah, kajian efektifitas dan efisiensi saluran primer daerah irigasi Begasing Kecamatan Sukadana.

Zul Kamhar, 2019, Studi Optimalisasi Pemberian Air Irigasi Desa Lawele Kecamatan Lasalimu Kabupaten Buton.

Downloads

Published

2023-10-25