TARIAN LUMENSE: MAKNA SIMBOLIK DALAM MASYARAKAT KABAENA

Authors

  • HASARUDDIN

Keywords:

Tari, Lumense, Makna, Simbolik, Masyarakat, Kabaena

Abstract

Penelitian ini  dilatar belakangi oleh adanya suatu bencana dalam bentuk penyakit yang berkembang di tengah-tengah masyarakat. Penyakit tersebut tidak dapat disembuihkan dengan berbagai bemtuk pengobatan dalam bentuk herbal atttau pengobatan kampung. Hingga suatu ketika dipikirkan dengan cara pengoobatan berdasarkan riitual dalam bentuk tarian yang harus dilakonkkan oleh masyarakat.

Hasil peneltian menunjukan bahwa Tari Lumense dilakukan dalam ritual pe-olia, yaitu ritual penyembahan kepada roh halus yang disebut kowonuano (penguasa/pemilik negeri) dengan menyajikan berbagai aneka jenis makanan. Ritual ini dimaksudakan agar kowonuano berkenan mengusir segala macam bencana. Penutup dari ritual tersebut adalah penebasan pohon pisang. Tarian ini juga sering ditampilkan pada masa kekuasaan Kesultanan Buton. Seiring dengan perkembangan, fungsi tari Lumense pun mulai bergeser. Tarian ini diawali dengan gerakan maju mundur, bertukar tempat kemudian membentuk konfigurasi huruf Z lalu berubah menjadi S, gerakan yang ditampilkan merupakan gerakan yang dinamis yang disebut moomani atau ibing. Klimaks dari tarian ini adalah ketika para penanari terus melakukan moomani kemudian menebaskan parang kepada pohon pisang, sampai pohon pisang itu jatuh bersamaan ke tanah. Penutup dari tarian ini adalah para penari membentuk konfigurasi setengah lingkaran sambil saling mengaitkan tangan lalu menggerakannya naik turun sambil mengimbangi kaki yang maju mundur.Khusus para penari lumense, taincombo dipadu dengan selendang merah. Kelompok putra ditandai adanya korobi (sarung parang dari kayu) yang disandang di pinggang sebelah kiri. Parang atau ta-owu yang disarungkan di korobi dibuat khusus oleh pandai besi lokal dan selalu diasah agar matanya tetap tajam

Downloads

Download data is not yet available.

References

Asfina, 2013. “Tinjauan Sejarah Munculnya Tari Lumense Pada Masyarakat Kabaena Timur tahun 1972 – 2000. Skripsi Unidayan. Baubau.

Dahasimu, 2014. "Kompania Sebagai Tarian Ritual Masyarakat Kulisusu". Skripsi. Baubau: Universitas Dayanu Ikhsanuddin.

Hariadin, 2015. "Perkembangan Seni Tenun di Desa Kapota Kecamatan Wangi- Wangi Kabupaten Wakatobi". Skripsi. Baubau: Universitas Dayanu Ikhsanuddin.

Herimanto, Winarno. 2009.Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Jakarta: Bumi Aksara Jakarta: Perpustakaan Nasional.

Jenk, Chris. 2013. Culture Studi Kebudayaan. Yogyakarta: Pustaka Celeban Timur.

Koenjaraningrat, 2009. Prespektif Budaya. Jakarta: RAJAGRAFINDO PERSADA.

La Niampe, 2014.Nasihat Leluhur Untuk Masyarakat Buton-Muna.Mujahidin Press.

Musrita, 2014. "Nilai-nilai Pendidikan Dalam Upacara Karia Pada Masyarakat Kelurahan Tolandona Kecamatan Wambulu". skripsi. Baubau: Universitas Dayanu Ikhsanuddin.

Musrtianti, Wa Ode. 2014. "Tradisi Tari Batanda Pada Masyarakat Busowa". Skripsi. Baubau : Universitas Dayanu Iksanuddin.

Nisatri, 2016. “Seni Tari Lense Pada Masyarakat Kalinsusu Kabupaten Buton Utara. Skripsi Unidayan. Baubau

Notosusanto, Nugroho.1978.Masalah Penelitian Sejarah Kontemporer (Suatu Pengalaman). Jakarta: Yayasan Idayu.

Poerwanto, Hari. 2000. Kebudayaan Dan Lingkungan Hidup. Yogyakarta: PUSTAKA PELAJAR.

Sediyawati, Edy. 2006.Budaya Indonesia Kajian Arkeologi, Seni dan Sejarah. Jakarta: RAJAGRAFINDO PERSADA.

Sutrisno, Putranto. 2005.Teori-teori Kebudayaan.Yogyakarta: KANISIUS.

Wibowo, 2010.Budaya Organisasi. Jakarta : RAJA GRAFINDO PERSADA.

Dewantara,Kihajar. 1962. "Pengertian Seni". (online), (www.dinamikabelajar.com, 2015/08,Pengertian-Seni//...) diakses 20 Mei 2017.

Hawkins, Jhon.c.1990."PengertianTari".(online), (dishihere. blogspot.com, 2012/10, Pengertian-Tari//...) diakses 20 Mei 2017.

Koenjaraningrat, 1987. "Pengertian Nilai". (online), (Adlanlangge.blogspot.com, 2013/05, Pengertian-Nilai//...) diakses 20 Mei 2017.

Munro, Thomas. 2002."Pengertian Seni". (online), (Nuramalia12blogspot.com, 2012/08,Pengertian-Seni//...) diakses 20 Mei 2017.

Ndaraha, 1997. "Pengertian Nilai". (online), (newjoesafirablog.blogspot.com, 2015/05,Pengertian-Nilai//...) diakses 20 Mei 2017.

Soerdoyoningrat, 1986. "PengertianTari".(online), dishihere.blogspot.com, 2012/10, Pengertian-Tari//...) diakses 20 Mei 2017.

(http://denijusmani.blogspot.com/2010/03konsep-seni//...)

(http://ndroktav.blogspot.com/2013/01/ii-jelaskan-sistem-nilaibudaya.html) diakses pada tanggal 20 Mei 2017.

(https://id.wikipedia.org.Estetika-Wikipedia-bahasa-indonesia//..) di akses pada tanggal 20 Mei 2017.

(https://trianilestari61.wordpress.com//seni-tari//pengerian-seni-tari//...) diakses pada tanggal 20 Mei 2017.

(http://www.ajiersa.com/2016/10/pengertian-simbol-menurut-para-ahli.html). diakses pada tanggal 20 Mei 2017.

Downloads

Published

2022-08-15

Issue

Section

Articles