Persepsi Masyarakat Tentang Pengangguran Terdidik Di Desa Lentea Kecamatan Kaledupa Selatan Kabupaten Wakatobi
DOI:
https://doi.org/10.55340/jsm.v3i2.2087Keywords:
Pendidikan Tinggi, Persepsi Masyarakat, Pengangguran TerdidikAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap pengangguran terdidik serta faktor-faktor penyebabnya di Desa Lentea Kecamatan Kaledupa Selatan Kabupaten Wakatobi. Fenomena pengangguran terdidik menjadi permasalahan sosial karena pendidikan tinggi tidak selalu sejalan dengan ketersediaan lapangan kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari lulusan sarjana yang belum bekerja serta aparat desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki persepsi negatif terhadap pengangguran terdidik dan beranggapan bahwa pendidikan tinggi tidak menjamin pekerjaan yang layak. Faktor penyebab pengangguran meliputi faktor internal seperti rendahnya motivasi dan ketergantungan, faktor pendidikan berupa kurangnya keterampilan, serta faktor ekonomi seperti keterbatasan lapangan kerja dan modal usaha. Fenomena ini berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan tinggi serta memengaruhi minat melanjutkan pendidikan.
Downloads
References
Ansar, S., & Mario. (2017). Dampak Sosial Pengangguran Terdidik di Desa Kading Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru. PREDESTINASI: Jurnal Penelitian, Gagasan, Sosiologi, dan Pengajaran., 10(2).
BPS. (2025). Statistical Data Story for Indonesia – Education–Employment Mismatch Among Indonesian Youth: Implications for the Demographic Bonus. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
Burr, V. (2015). Social Constructionism (3 ed.). London: Routledge.
Field, J. (2017). Social Capital (3 ed.). UK: Routledge.
Geoff, P. (2017). The new social mobility: How the politicians got it wrong. UK: Policy Press.
Hasan, H. (2023). Educated youth as driving force of urbanization: The role of higher education and the employment opportunities in emerging cities in Indonesia. Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan, 11(2), 403-410.
Hisyam, C. J., Tuffahati, F., Rahma, I. A., Fakhria, I., Safaatun, M. A., & Al-Fauziah, R. A. (2025). Realitas Sosial Pengangguran Terdidik di Perkotaan: Studi Pada Lulusan Perguruan Tinggi di Rawamangun, Jakarta Timur. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 2(11).
Mada, M., & Ashar, K. (2015). Analisis variabel yang mempengaruhi jumlah pengangguran terdidik di Indonesia. Jurnal Ilmu Ekonomi Dan Pembangunan, 15(1).
Maryanti, S., Bachtiar, N., Maryati, S., & Novianto, D. (2025). Impact of Educational Mismatch on Graduates Employment Prospects in Indonesia: Education and Employment Context. TEC EMPRESARIAL, 20(2).
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung Barat: PT Remaja Rosdakarya.
Putranto, F. G., Natalia, C., & Pitriyani, N. K. (2024). Closing the Gap Between Education and Labor Market Requirement: Do Vocational Education Matter? The Journal of Indonesia Sustainable Development Planning, 5(3).
Putri, R. F. (2015). ANALISIS PENGARUH INFLASI, PERTUMBUHAN EKONOMI DAN UPAH TERHADAP PENGANGGURAN TERDIDIK. Economics Development Analysis Journal, 4(2).
Ritzer, G., & Stepnisky, J. (2017). Sociological theory. Thousand Oaks, California: Sage publications.
Sitompul, N. K., & Athoillah, M. (2023). Indonesia’s youth unemployment rate: Evidence from Sakernas data. 6(1).
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Yogyakarta: Auareta.



