THE SEE SUBTYPE VERBS IN ENGLISH AND WOLIO LANGUAGES: A SEMANTIC APPROACH TO GRAMMAR
DOI:
https://doi.org/10.55340/e2j.v6i2.365Kata Kunci:
tata bahasa, See subtype, pendekatan semantikAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kata kerja See subtype dalam bahasa Inggris dan Wolio: makna dan sifat gramatikal. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini meliputi peristiwa, informasi, dan dokumen. Teknik pengumpulan data adalah observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata kerja See subtype bahasa Inggris yang diidentifikasi adalah see, hear, smell, taste, feel, observe, notice dan perceive. Sedangkan kata kerja See subtype bahasa Wolio yang diidentifikasi adalah kamata, rango, bou, penami, namisi, dan tuminda. Pada aspek makna, kata kerja See subtype bahasa Wolio tidak selalu memiliki fungsi yang sama dengan bahasa Inggris dalam penggunaannya. Beberapa kata kerja dalam bahasa Wolio memiliki jangkauan semantik yang lebih luas, seperti 'kamata' dan 'namisi'. 'Kamata' mengacu pada menyadari akan seseorang/sesuatu dengan menggunakan mata baik dalam sekejap atau selama periode waktu dan dengan hati-hati atau tidak. Selain itu, 'kamata' juga dapat digunakan untuk menonton film, menyaksikan kecelakaan, dan mengamati seseorang atau sesuatu. 'Namisi' juga bisa mencakup feel dan perceive. Meskipun kata kerja ini merupakan kata kerja transitif dan intransitif, namun bentuk pasif kata kerja ini tidak diperbolehkan. Selain itu, kata kerja ini juga tidak memiliki bentuk imperatif yang mengacu pada 'perceive'. Berbeda dengan 'tumindaea' yang memiliki makna semantik yang lebih sempit. 'Tumindaea' hanya digunakan untuk memperhatikan seseorang atau ucapan atau nasihatnya.
Unduhan
Referensi
“Language, culture and society,” Lang. Cult. Soc., vol. 1, no. 1, pp. 1–7, 2019, doi: 10.1075/lcs.00001.edi.
H. Abas, Struktur Bahasa Wolio. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Depdikbud, 1983.
N. Melansari, “Motion Verbs in English and Wolio Language: A Semantic Point of View,” Universitas Hasanuddin, 2015.
N. Melansari, “Drop Subtype Motion Verbs in English and Wolio Languages,” J. Akad., vol. 16, no. 1, 2019.
G. Leech, Meaning and the English verb, Third edition. 2014.
R. Dixon, A Semantic Approach to English Grammar (Oxford Textbooks in Linguistics), Second Edi. New York: Oxford University Press, 2005.
J. A. Maxwell and L. E. Reybold, “Qualitative Research,” in International Encyclopedia of the Social & Behavioral Sciences: Second Edition, 2015, pp. 685–689.
S. N. Elliott, T. R. Kratochwill, and B. C. McKevitt, “Experimental analysis of the effects of testing accommodations on the scores of students with and without disabilities,” J. Sch. Psychol., vol. 39, no. 1, pp. 3–24, 2001, doi: 10.1016/S0022-4405(00)00056-X.
Sugiyono, “Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D.Bandung:Alfabeta.,” Metod. Penelit. Kuantitatif, Kualitatif dan R D.BandungAlfabeta., 2012, doi: 10.1017/CBO9781107415324.004.
R. Lisa, Maschandra, and R. Iskandar, “Analisis Data Kualitatif Model Miles dan Huberman,” 2010.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2020 English Education Journal
Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.